Sejarah Ponpes DARUL AMANAH - Hallo sahabat Tips Sama, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Sejarah Ponpes DARUL AMANAH, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan
Artikel sejarah, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : Sejarah Ponpes DARUL AMANAH
link : Sejarah Ponpes DARUL AMANAH
Anda sekarang membaca artikel Sejarah Ponpes DARUL AMANAH dengan alamat link https://tipsama.blogspot.com/2012/03/sejarah-ponpes-darul-amanah.html
Judul : Sejarah Ponpes DARUL AMANAH
link : Sejarah Ponpes DARUL AMANAH
Sejarah Ponpes DARUL AMANAH
Sejarah Ponpes DARUL AMANAH
Pada mulanya ada seorang kyai, kemudian datang para santri yang ingin menuntut ilmu kepada kyai tersebut. Hari demi hari bertambahlah yang datang, dan akhirnya tak tertampung lagi di rumah kyai. Maka dibuatlah pondok–pondok di sekitar rumah kyai dan dibuatlah sebuah masjid atau musholla untuk berjamaah atau kegiatan para santri. Pondok–pondok itu dibuat oleh para santri sendiri dengan dukungan orang banyak, terutama orang tuanya sendiri. dan jika kyai mampu maka diusahakan kyai tersebut dengan mengorbankan segala–galanya demi kemajuan anak didiknya, sehingga berdirilah sebuah Pondok Pesantren seperti TMI Pondok Pesantren Darul Amanah ini.
Maju dan mundurnya Pondok Pesantren tergantung kepada kemampuan kyai. Banyak Pesantren yang baru tumbuh kemudian mati begitu saja, dan banyak pula Pesantren yang mati sebelum pendirinya meninggal. Demikianlah riwayat Pondok Pesantren pada umumnya.
Pondok Pesantren bukan hotel dan bukan pula indekos. dalam hotel atau indekos dicari keuntungan materi, orang membangun dengan modal sendiri. Tetapi Pondok Pesantren dibangun dengan mengharap agar santri dapat berhasil dalam menuntut ilmu, terutama ilmu agama. agar para santri dapat mengamalkan apa yang didapat di Pesantren dalam kehidupan di masyarakat. Setiap bertambah santri baru berarti bertambah pula anggota baru yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup Pesantren tersebut. Dahulu santri memasak sendiri, tetapi sekarang sudah kolektif/terkoordinir, agar waktu yang ada dapat digunakan untuk belajar, tetapi Jiwa Pesantren tetap dipertahankan. Maka dari itu di sinilah dilatih mengurus diri sendiri, mencuci sendiri, menertibkan kamar sendiri dan menertibkan alat-alatnya sendiri.sehingga santri menjadi manusia yang mandiri.
Kata santri ada yang mengartikan berasal dari dua kata yaitu Shun ( bahasa Arab )berarti jagalah dan Tri ( Bahasa Sansekerta ) berarti tiga. Jadi santri adalah pelajar yang selalu menjaga tiga hal pokok, yaitu : Iman, Islam dan Ihsan.
Jadi jelaslah bahwa Pesantren adalah tempat para pelajar menuntut ilmu agama yang sehari–hari hidup bersama kyai dan ustadz/guru. mereka dibina agar kelak menjadi manusia yang mengerti dan mengamalkan ajaran agama serta menyebarkanya kepada masyarakat.
Pondok Pesantren Darul Amanah Kabunan Ngadiwarno Sukorejo Kendal yang terlatak di atas tanah wakaf seluas 5 hektar di tepi Jalan raya jalur Provinsi Sukorejo-Pekalongan adalah Filial Pesantren Darunnajah Jakarta juga Pesantren Alumni Pondok Modern Gontor Jawa Timur satu-satunya di Kabupaten Kendal Jawa Tengah.
Pesantren yang berdiri pada tanggal 23 Mei 1990 ini dipimpin oleh seorang Kyai alumni PM. Gontor tahun 1975 dan alumni Pondok Pesantren Kedondong Mangkang Tahun 1969 dan pernah menjadi Kepala MTs Penawaja Pageruyung Kendal, beliau adalah KH. Mas’ud Abdul Qodir, Lahir di Kendal, 20 Juli 1949.
Pada awal berdirinya Pesantren Darul Amanah hanya menempati Tanah wakaf dari H. Sulaiman dan Ibu Hj. Aisyah Ngadiwarno seluas 6.000 m2, sejalan dengan bertambahnya waktu hingga ini telah berkembang dengan luas 4 hektar, baik wakaf dair orang-perorang, maupun wakaf bersama. diawali dengan membuka sekolah formal berupa Madrasah Aliyah (MA) dengan membangun gedung permanen secara mandiri sebanyak 6 lokal yang diperuntukkan sebagai Ruang kelas, Kantor, sekaligus asrama bagi santri yang bermukim di Pesantren.
Pada tahun pelajaran awal yaitu 1990/1992 berhasil merekrut santri sebanyak 70 santri, dan sekarang pada tahun pelajaran 2010/2011, jumlah santri, baik MTs, MA, maupun SMK mencapai 1.416 santri, dengan menempati kampus seluas 2 hektar dari tanah keseluruhan 4 hektar.
Demikianlah Artikel Sejarah Ponpes DARUL AMANAH
Sekianlah artikel Sejarah Ponpes DARUL AMANAH kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Sejarah Ponpes DARUL AMANAH dengan alamat link https://tipsama.blogspot.com/2012/03/sejarah-ponpes-darul-amanah.html

0 Komentar untuk "Sejarah Ponpes DARUL AMANAH"